DEPOK, PIJARNUSA.COM – Direktur Bina Jamaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umroh RI, Dr. H. Muhammad Afif Munzir, S.Ag.,M.Si., menyebut kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Depok pada Jumat, 10 September 2026, sebagai bentuk sinergi strategis antara pemerintah dan DPR.
“Kunjungan ini sangat baik dan sangat strategis bagi kami di Kementerian Haji dan Umroh. Ini bukti bahwa sinergi antara pemerintah dengan Bapak-Ibu dari DPR RI, khususnya Komisi VIII, semakin kuat,” ujar Afif usai menerima rombongan Komisi VIII di Kantor Kemenhaj Kota Depok.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada dua isu utama: panjangnya daftar tunggu haji reguler atau waiting list, dan upaya peningkatan kualitas SDM penyelenggara haji.
Komitmen Berantas Mafia Haji, Afif juga menyampaikan komitmen Menteri Haji Irfan dan Wakil Menteri Daniel Anshar Simanjuntak untuk memberantas praktik percaloan haji.
“Pak Menteri dan Pak Wakil sudah berkomitmen penuh untuk memastikan kartel-kartel haji ditertibkan, dibersihkan, dan dihilangkan. Tujuannya agar layanan yang kita berikan benar-benar menjadi layanan terbaik,” tegasnya.
Waiting List Diseragamkan, Target Turun dari 26 Tahun Terkait antrean haji, Afif menjelaskan adanya kebijakan baru. Kini masa tunggu haji reguler diseragamkan di seluruh Indonesia.
“Dulu waiting list di beberapa daerah sangat panjang, sementara di daerah lain lebih pendek. Sekarang sudah disamakan di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Saat ini rata-rata masa tunggu nasional berada di angka 26 tahun. Presiden telah menginstruksikan agar dicari strategi untuk memperpendek masa tunggu tersebut.
“Insyaallah saat ini 26 tahun. Ke depan Pak Menteri dan Pak Wakil pasti punya strategi dan kegiatan agar masa tunggu ini bisa semakin pendek,” tambah Afif.
Upaya Tekan Biaya Haji Mengenai kenaikan biaya haji, Afif menyatakan kementerian sedang berupaya memaksimalkan sumber lain seperti nilai manfaat, agar beban jamaah tidak semakin berat.
“Memang ada kenaikan, tapi nanti akan dimaksimalkan. Bahkan bisa jadi sama dengan tahun lalu, atau bahkan turun,” katanya.
Ia juga memohon doa agar pembahasan dengan Komisi VIII terkait biaya haji tahun ini menghasilkan keputusan terbaik.
“Semoga tahun ini biaya haji tidak mahal. Ini amanat Bapak Presiden kepada kita untuk memastikan biaya bagi jamaah haji tidak boleh mahal, harus murah, bahkan lebih murah dari tahun sebelumnya,” pungkasnya. (Wismo)
