PIJARNUSA.COM – Warga di wilayah Jalur Palumbon, RW 01, Desa Cijati mendesak pihak PT PLN (Persero) untuk memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai gangguan listrik ekstrem yang melanda wilayah mereka sejak Sabtu tengah malam .
Aliran listrik di sebagian wilayah tersebut mengalami fenomena reup bray atau mati-nyala berulang kali yang dinilai sangat merugikan konsumen.
Menurut keterangan warga setempat, gangguan ini ditandai dengan munculnya suara ketukan atau bunyi klik yang konstan dari arah kWh meter rumah mereka .
Sesaat setelah bunyi tersebut terdengar, aliran listrik langsung padam dan tidak lama kemudian kembali menyala, lalu terulang kembali secara terus-menerus.
“Listriknya reup bray dari tengah malam. Di kWh meter itu bunyinya klik, seperti listrik mati lalu hidup lagi dalam waktu singkat. Jelas kondisi ini sangat merugikan kami sebagai konsumen,” ujar Asep, salah seorang warga Jalur Palumbon dengan nada kecewa, Sabtu (25/7/2026).
Kondisi tegangan yang naik-turun secara ekstrem ini dinilai jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan pemadaman total (mati lampu).
Warga mengaku khawatir peralatan rumah tangga yang menggunakan motor listrik atau papan sirkuit sensitif seperti kulkas, televisi, dan pompa air akan mengalami korsleting atau terbakar jika situasi ini dibiarkan berlarut-larut.
Selain meminta perbaikan fisik di lapangan, warga juga secara tegas menuntut transparansi dari manajemen PLN.
Warga meminta penjelasan resmi mengenai penyebab utama kerusakan jaringan ini, estimasi waktu penanganan, serta pertanggungjawaban moril atas risiko kerusakan alat elektronik warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau petugas teknis PLN yang memberikan penjelasan di lokasi terkait gangguan di sebagian RW 01 Desa Cijati tersebut.
Diduga kuat, terdapat masalah pada komponen pembatas instalasi, kerusakan gardu, atau adanya gangguan kabel udara di sekitar Jalur Palumbon.
“Warga berharap pihak PLN dari Unit Layanan Pelanggan terkait tidak menutup mata dan segera mengeluarkan rilis atau memberikan klarifikasi langsung secara terbuka kepada warga Jalur Palumbon demi menghindari keresahan yang lebih meluas.” pungkasnya.***
