PIJARNUSA.COM – Uji coba pengelolaan sampah organik dari 2 unit SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purwakarta telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Selama periode 6 hari pelaksanaan, tercatat kurang lebih 1 ton sampah organik dan sisa makanan berhasil dikelola melalui skema kemitraan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purwakarta.
Sampah organik yang dihimpun mulai dari sisa makanan, food waste, hingga sayuran terbuang diolah melalui empat mitra resmi DLH, yaitu PT Elevam, TPST Sukatani, serta dua mitra pengolahan berbasis budidaya cacing dan maggot Purwakarta.
Kolaborasi ini memastikan aliran sampah organik tidak hanya berakhir di TPA, tetapi kembali ke ekosistem produktif sebagai kompos, pakan, maupun bahan baku energi biologis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta H Erlan Diansyah menyampaikan bahwa capaian ini menjadi real-world stress test untuk memahami kemampuan pengolahan sampah organik di lapangan.
“Uji coba ini memberi gambaran kapasitas riil dan menunjukkan bahwa pengolahan sampah organik terdesentralisasi bisa berjalan efektif. Ini menjadi dasar evaluasi untuk memperluas cakupan layanan,” ujarnya. Jumat (21/11/2025).
Keberhasilan uji coba ini membuka peluang perluasan layanan ke sektor lain. Ke depan, DLH Purwakarta tidak hanya fokus pada unit SPPG, tetapi juga akan menggandeng restoran, hotel, dan katering sebagai penghasil sampah organik skala besar.
Dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha, sistem pengolahan organik diharapkan semakin efisien, stabil, dan memberikan dampak nyata bagi pengurangan sampah ke TPA.
Langkah ini sekaligus mendorong terbangunnya ekosistem ekonomi sirkular di Purwakarta di mana sampah organik dipandang bukan sebagai beban, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai.
Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta akan melakukan evaluasi teknis, penyesuaian SOP, serta perencanaan kapasitas agar perluasan layanan dapat dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan.
Implementasi penuh direncanakan akan melibatkan koordinasi lintas dinas, pelaku usaha, dan mitra pengolahan organik yang sudah memiliki catatan kinerja baik.
