PJU Purwakarta Baru 39,8% Terpenuhi, Sekda Ajak Investor Masuk Lewat WJIC

PIJARNUSA COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Ir. Sri Jaya Midan, M.P., menerima kunjungan tim penilai West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Selasa.

Kedatangan tim penilai ini untuk meninjau langsung Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Kabupaten Purwakarta. Proyek tersebut masuk sebagai salah satu dari 12 nominasi terbaik dari 31 proyek dan inovasi infrastruktur di 20 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

WJIC merupakan strategi promosi investasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digagas bersama DPMPTSP Provinsi Jabar dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Tujuannya menjaring proyek infrastruktur dasar potensial yang siap ditawarkan kepada investor.

Dalam pemaparannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD yang mendukung kegiatan ini. Ia menegaskan Purwakarta merupakan kabupaten strategis dengan peluang investasi besar, sehingga harus ditopang infrastruktur yang andal.

Saat ini baru 39,8% dari sekitar 11 ribu titik PJU di Purwakarta yang terpenuhi. Karena itu, dukungan dunia usaha, khususnya perbankan, sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan PJU.

Tim penilai meninjau empat titik percontohan, yaitu Ruas Jl. KDM Jalur Alternatif Rancadarah, Jl. Raya Sadang-Cikopo, Jl. Cihideung Irigasi – Tegaljunti (Situ Panjang), dan Ruas Jalan Area Situ Buled.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar, mengatakan site visit ini merupakan bagian dari business matching. Tujuannya untuk mengukur akurasi dan kesiapan investasi, sekaligus memastikan komitmen pemerintah daerah kepada para investor.

Melalui WJIC, diharapkan proyek yang ditawarkan tidak hanya memiliki potensi, tetapi juga memenuhi aspek kesiapan, kelayakan, dan daya tarik bagi investor.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar proses penilaian berjalan optimal. Ke depan, Sekda berharap kerja sama seperti ini dapat berlanjut untuk proyek-proyek pemerintah lainnya.

“Di tengah upaya efisiensi anggaran saat ini, model creative financing sangat diperlukan agar pelayanan publik tetap maksimal sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya. (Ds) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *