PIJARNUSA.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Pengunduran diri tersebut telah diajukan sejak beberapa bulan lalu.
Pengunduran diri itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.
“Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu,” kata Doli kepada wartawan.
Hingga kini belum diketahui secara pasti alasan pengunduran diri tersebut. Doli belum mengungkap lebih jauh terkait hal itu.
Dalam struktur kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron Wahid menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.
Menanggapi pengunduran diri tersebut, praktisi media dan aktivis Solon Sihombing menyampaikan apresiasi atas sikap kenegarawanan Nusron Wahid.
Menurutnya, langkah Nusron mengajukan pengunduran diri kepada Presiden merupakan bentuk sikap kesatria dan gentlemen.
“Sehingga jika kasus hukumnya memang harus diproses dan dijalani, saya rasa itu langkah yang baik agar terjadi transparansi. Sehingga kasus ini tidak menjadi preseden yang kurang baik bagi Presiden,” ujar Solon, Sabtu (19/9/2026) malam.
Solon juga menyinggung pernyataan Presiden dalam wawancara 4 jam bersama wartawan senior yang baru-baru ini tayang di TV dan YouTube. Menurutnya, isu reshuffle kabinet kini semakin menemukan titik terang.
“Kemungkinan adanya reshuffle seakan semakin mencapai titik terang dan diharapkan Presiden dapat memilih pejabat pengganti yang terbaik,” katanya.
Ia menambahkan, di dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini, evaluasi kabinet menjadi momentum penting untuk melangkah di tiga tahun sisa masa bakti.
“Apapun yang dihasilkan untuk kemajuan bangsa ini benar-benar dapat dirasakan oleh semua golongan dan lapisan masyarakat. Karena masalah pertanahan memang salah satu masalah yang sulit dan bertele-tele pengurusannya, karena terlalu banyak mafia tanah di negara ini,” tutup Solon. **
