Oleh : Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Aktivis ’98.
Ternak Orde Baru marah-marah ke saya dan mengatakan;”Soehartolah yang memberikan gelar Pahlawan Nasional pada Bung Karno, lalu kenapa kamu protes ketika Pak Harto diberikan gelar Pahlawan Nasional?” Katanya.
Hemmm…saya mengelus dada dan saya jelaskan padanya, bahwa Bung Karno itu baru diberikan gelar Pahlawan Nasional, pada tgl. 7 November 2012 oleh Pemerintahan SBY. Sebelumnya Bung Karno oleh rezim Soeharto tidak pernah dimanusiakan, apalagi diberi gelar Pahlawan Nasional.
Padahal nyata, senyata-nyatanya, bahwa yang memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia itu Bung Karno dan Bung Hatta. Beliau berdualah yang memegang kunci peran paling menentukan, dalam perjuangan untuk meraih kemerdekaan Indonesia.
Jadi waktu Bung Karno diberi gelar Pahlawan Nasional pada 7 November 2012 itu, Pak Soeharto sudah meninggal dunia (27 Januari 2008). Malah di masa kepemimpinan Soehartolah, Bung Karno disingkirkan, dijauhkan dari keluarganya apalagi dari para loyalisnya. Putrinya Bung Karno sendiri, yakni Ibu Megawati Soekarnoputri malah mau dilenyapkan oleh rezim Orde Baru, dalam peristiwa Kudeta 27 Juli (Kudatuli) 1996.
Kantor DPP PDI di Jakarta Pusat waktu itu diserbu dan mau diambil alih oleh gerombolan pendukung Orde Baru. Mimbar bebas di depan kantornya diporak porandakan, dibakar sampai menimbulkan banyak korban. Beruntung sekali beberapa jam sebelum peristiwa itu terjadi, saya pergi duluan meninggalkan kantor DPP PDI ke kantor YLBHI Jakarta.
Menurut catatan Komnas HAM, dalam peristiwa Kudatuli 1996 itu, terdapat 5 korban meninggal dunia, 149 orang mengalami luka-luka, dan 23 orang dinyatakan hilang. Selain korban jiwa dan luka, dalam penyerangan ke kantor DPP PDI di tahun tsb., juga terdapat kerugian materiil yang diperkirakan sebesar Rp. 100 miliar.
Oleh karena itu, saya anjurkan agar Ternak Orde Baru tidak ikut-ikutan seperti Ternak Mulyono (Termul), yang lebih mengedepankan emosi daripada ilmu pengetahuan. “Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah !” Kata Bung Karno…
