Empat Hari Pasca Lebaran, Warga Maniis Purwakarta Menjerit Akibat Kelangkaan Gas Melon


PURWAKARTA – Warga di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang akrab disebut gas melon.

Kelangkaan ini dilaporkan sudah terjadi selama empat hari berturut-turut setelah perayaan Lebaran.

Kondisi ini memicu keresahan, terutama di kalangan ibu rumah tangga. Siti, salah seorang warga Maniis, mengaku sangat kesulitan untuk sekadar melakukan aktivitas memasak harian.

Ia bahkan terpaksa beralih menggunakan kayu bakar karena stok gas di pangkalan maupun warung-warung sekitar habis total.

“Kami untuk masak susah, sampai hari ini menggunakan kayu bakar. Di warung dan pangkalan gas tidak ada,” ujar Siti dengan nada kecewa.

Selain barang yang sulit dicari, warga juga mengeluhkan lonjakan harga yang sangat drastis di tingkat eceran. Jika biasanya gas melon dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di kisaran Rp19.000, kini di tingkat pengecer harganya menembus Rp30.000 per tabung.

Kesulitan ini berdampak langsung pada kebutuhan domestik warga pasca-hari raya. Siti menceritakan bahwa sisa makanan lebaran (kakaren) yang ia miliki bahkan tidak bisa dipanaskan karena ketiadaan bahan bakar.

“Abdi gaduh kakaren lebaran juga tidak kahaneutken karena gak ada gas (Saya punya sisa makanan lebaran juga tidak bisa dipanaskan karena tidak ada gas),” tambahnya.

Atas kondisi yang mendesak ini, warga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Purwakarta, khususnya Bupati Om Zein, segera turun tangan melakukan pengecekan ke lapangan dan mengatasi kendala distribusi gas melon agar aktivitas dapur warga kembali normal. (DN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *