PIJARNUSA.COM – Pengelola atau pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purwakarta mengalami dampak akibat pemberhentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.
Dampak ini dirasakan oleh ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Selain itu, tentu saja relawan-relawan yang bekerja dan menjadikan mata pencariannya melalui program ini.
Ketua DPC BAPEKSI Purwakarta Agus Sopian mengatakan, pemberhentian sementara Program MBG sudah mulai terasa dampaknya.
“Dampaknya, tentu kita tidak bisa memberikan asupan gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Karena ini bagian prioritas program ini,” katanya saat dihubungi pijarnusa.com, Sabtu (20/6/2026).
Dampak selanjutnya, kata Agus Sopian, banyaknya para relawan yang bekerja di dapur otomatis tidak bekerja salama program MBG tidak beroperasi.
“Selain ibu hamil, menyusui dan balita, dampaknya juga kepada relawan kita yang bekerja di dapur juga tidak bekerja kurun waktu dua minggu kedepan. Relawan jumlah 6 815 orang,” tegasnya.
Agus mengaku bahwa kondisi saat ini anak-anak mereka (relawan) mau masuk sekolah dan perlu biaya untuk masuk dan membeli seragam.
“Jika dapur SPPG tidak jalan, tentu mereka juga tidak ada penghasilan,” tegasnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) BGN Nomor 12 Tahun 2026, operasional SPPG ditiadakan selama masa libur sekolah mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. (Ds)
