Depok Jalan Bareng: Merajut Kebersamaan Umat Konghucu Lewat Jalan Santai

DEPOK, PIJARNUSA.COM — Di kawasan Simpang Cagar Alam dan Pitara, umat Konghucu dari Kelenteng Litang Genta Kebajikan di Pitara, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, menggelar kegiatan Gerak Jalan Santai pada Minggu, 13 September 2026.

Suasana pagi itu terasa berbeda. Bukan karena kemacetan atau hiruk-pikuk kota, melainkan karena derap langkah santai ratusan warga yang memadati area tersebut.

Ini adalah momen spesial bagi umat Konghucu dari Kelenteng Litang Genta Kebajikan. Untuk pertama kalinya mereka menggelar jalan santai sebagai bagian dari perayaan Hari Kelahiran Nabi Kongzi.

Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin digemari, kegiatan ini hadir dengan pendekatan yang lebih intim dan inklusif.

Dirancang Ramah Semua Usia

Ketua Panitia, Tine Agustin, mengatakan jalan santai keluarga ini baru pertama kali digelar. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin warga Konghucu di wilayahnya.

“Rutenya sengaja kami buat pendek, sekitar satu kilometer. Tujuannya agar bisa diikuti semua lapisan usia, mulai dari anak-anak Sekolah Minggu yang penuh energi sampai para lansia yang menjadi tulang punggung kearifan komunitas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Litang Genta Kebajikan, Andi Arifin. “Tujuannya untuk menjaga stamina umat agar tetap sehat dalam mengikuti kebaktian. Selain itu, ini juga bentuk rasa terima kasih kita atas kebersamaan selama ini,” katanya.

Lebih dari Sekadar Jalan Kaki

Kegiatan ini dikemas dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Para peserta tidak hanya berjalan, tetapi juga saling bertegur sapa, tertawa, dan menikmati doorprize serta hadiah menarik yang telah disiapkan panitia.

Suasana “senang-senang” ini menjadi penawar rutinitas harian yang monoton, sekaligus wadah pelepas penat yang menyegarkan.

Merajut Ikatan di Tengah Pertumbuhan

Bagi komunitas Konghucu di Kota Depok, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis yang melampaui aspek rekreasi.

Menurut Andi, kegiatan perdana ini bukan peristiwa satu kali. Ke depan akan diselenggarakan secara periodik dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini tidak bisa dianggap sementara. Tujuannya jelas, untuk kesehatan semua dan untuk mempererat kita,” tuturnya.

Langkah ini sejalan dengan dinamika perkembangan umat Konghucu di Depok yang menunjukkan tren positif, meski bertahap.

Menyinggung jumlah umat, Andi menjelaskan saat ini terdapat sekitar 300 hingga 400 Kepala Keluarga umat Konghucu di wilayah Depok. Mereka tersebar di tiga kecamatan utama, yaitu Cinere, Limo, dan Cipayung, termasuk area Citayam dan Pulau Mangga.

Dengan basis massa yang relatif kecil dibanding agama mayoritas, kekuatan utama komunitas ini terletak pada kekompakan. Momen hari besar keagamaan seperti Hari Kelahiran Nabi selalu dimanfaatkan untuk memperkuat ikatan tersebut, baik melalui lomba masak, gerak jalan, maupun ibadah bersama.

Makna Perayaan. Komunitas Litang Genta Kebajikan menekankan esensi spiritualitas yang terhubung dengan kehidupan sosial dalam perayaan ini.

“Perayaan ini bukan sekadar ritual formal. Maknanya adalah untuk silaturahmi dan memperkuat keimanan dalam konteks kehidupan bermasyarakat,” tambah Andi.

Dalam kesederhanaannya, jalan santai satu kilometer di Genta Kebajikan Pitara telah menyampaikan pesan mendalam: bahwa kesehatan tubuh dan kesehatan rohani harus berjalan beriringan. Dan sekecil apa pun sebuah komunitas, jika diikat oleh silaturahmi yang kuat, akan mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. (Wismo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *