Bukan Sekadar Seremoni: Karang Taruna Cipayung Jaya Sulap Dana RW Jadi Panggung UMKM dan Budaya

DEPOK, PIJARNUSA.COM – Di tengah sorotan nasional soal efisiensi anggaran, Kelurahan Cipayung Jaya, Kota Depok, menunjukkan cara lain mengelola dana terbatas. Melalui optimalisasi Dana Rukun Warga (RW), Karang Taruna setempat mengubah pos yang biasanya administratif menjadi motor penggerak ekonomi dan budaya warga.

Kegiatan kemasyarakatan digelar Jumat (11/09/2026). Bukan seremoni biasa. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikut terlibat, ditambah penampilan seniman lokal. Semua digerakkan dengan Dana RW yang selama ini jarang dilirik sebagai instrumen pemberdayaan.

Sekretaris Daerah Kota Depok, Mangnguluang Mansur, atau Agung, hadir dan memberikan apresiasi langsung.

“Terima kasih kepada Karang Taruna Kelurahan Cipayung Jaya atas inisiasinya. Walaupun dengan anggaran yang minim, Alhamdulillah bisa membuat kegiatan yang besar dan bermanfaat seperti ini,” ujar Agung di lokasi.

Melampaui Fungsi Konvensional

Menurut Agung, Dana RW tidak harus berhenti di kegiatan rutin. Dana itu bisa jadi bahan bakar kreativitas pemuda.

“Pemanfaatan Dana RW tidak harus terbatas pada satu kegiatan. Dukungan tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi dan kreativitas pemuda sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Di Cipayung Jaya, dana terbatas itu dipecah menjadi ekosistem kecil. UMKM lokal dapat lapak untuk memperkenalkan produk. Perputaran uang terjadi di tingkat rumah tangga, sehingga dampak ekonominya langsung terasa. 

Sisi sosial-budaya juga dikuatkan. Panggung kegiatan menjadi ruang bagi seniman dan budayawan Cipayung Jaya tampil. Tujuannya jelas: menjaga identitas budaya di tengah perkembangan kota.

Dijadikan Role Model

Pemkot Depok kini menunjuk Cipayung Jaya sebagai role model. Agung berharap pola pikir ini ditiru kelurahan lain.

“Saya meminta kelurahan lain dapat memanfaatkan Dana RW untuk pengembangan potensi pemuda… Harapan saya, Kelurahan Cipayung Jaya bisa menjadi role model bagi kelurahan lainnya, khususnya dalam pemanfaatan dana kepemudaan,” tegasnya.

Ia juga mendorong kegiatan ini berlanjut dan menjadi agenda tahunan. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih bagus lagi ke depannya dan menginspirasi kelurahan-kelurahan lain di Kota Depok,” tutup Agung.

Catatan di Tengah Isu Efisiensi

Kisah Cipayung Jaya muncul saat isu pemotongan anggaran pendidikan dan realokasi dana sosial ramai dibahas. Pesannya sederhana: efektivitas pembangunan tidak selalu menunggu dana besar dari pusat. 

Dengan visi yang tajam dan eksekusi kreatif, Dana RW yang kecil bisa berdampak besar ketika pemuda diberi ruang dan kepercayaan untuk mengelolanya. Kini giliran kelurahan lain di Depok untuk mencontoh. (Wismo) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *