SakitPIJARNUSA.COM – Jargon pelayanan kesehatan gratis di Kabupaten Purwakarta dinilai masih menyisakan ketimpangan nyata bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran.
Memanfaatkan momentum sakral peringatan Hari Jadi Purwakarta, warga Kecamatan Maniis melayangkan tuntutan keras dan mendesak Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), untuk segera menjawab sekaligus menaikkan status Puskesmas Maniis menjadi rumah sakit demi pemenuhan fasilitas medis yang utuh dan komplet.
Heri Kiswanto (39), salah seorang tokoh warga Kecamatan Maniis menegaskan, bahwa peningkatan status dari puskesmas menjadi rumah sakit baik itu tipe C maupun bentuk lainnya merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
Menurutnya, kondisi fasilitas kesehatan saat ini sudah sangat tidak layak dalam mengakomodasi kebutuhan darurat masyarakat di wilayah perbatasan.
“Kami meminta Bupati Om Zein untuk membuka mata dan memberikan jawaban yang jujur atas nasib warga Maniis. Puskesmas di sini memang melayani rawat inap, tapi itu tidak ada gunanya jika fasilitas penunjang seperti alat rontgen saja tidak punya. Bahkan, ironisnya, untuk pemeriksaan cek darah dasar pun tidak tersedia di dalam sistem pelayanan, sehingga warga miskin terpaksa harus merogoh kocek mandiri dan membayar lagi,”kata Heri dengan nada menyesal, Senin (13/7/2026).
Kondisi ini memicu keheranan mendalam di kalangan masyarakat. Pasalnya, dari sisi manajerial dan anggaran, Puskesmas Maniis didukung oleh sumber daya manusia (SDM) dokter serta perawat yang melimpah, yang mana mereka juga rutin menerima kucuran tunjangan kapitasi dari BPJS.
Masalah krusial murni terletak pada miskinnya infrastruktur alat medis dan abainya pemerintah daerah dalam melakukan pemerataan fasilitas publik.Ketiadaan alat kesehatan yang komplit di puskesmas memaksa warga dalam kondisi kritis harus menempuh perjudian maut di jalanan.
Heri membeberkan, meskipun fasilitas ambulans desa selalu siaga di setiap wilayah, kendaraan tersebut tidak mampu berbuat banyak melawan faktor geografis dan kemacetan jalanan menuju pusat kota atau RSUD Bayu Asih yang memakan waktu satu jam lebih.
“Uang jaminan kesehatan dari pemerintah tidak akan ada artinya kalau nyawa pasien keburu tidak tertolong di tengah jalan akibat jarak rujukan yang terlalu jauh ke kota. Oleh karena itu, di momen Hari Jadi Purwakarta ini, kami menolak hadiah seremonial. Kado istimewa yang kami inginkan dari Bupati Om Zein hanyalah satu: ubah Puskesmas Maniis menjadi rumah sakit agar kami tidak terus-menerus bertaruh nyawa saat sakit,” tegas Heri menutup pembicaraan.***
