Perundingan Antara Amerika Serikat dan Iran Tanpa Hasil, Selama 21 Jam

PIJARNUSA.COM – Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa hasil setelah berlangsung selama sekitar 21 jam di Islamabad, Pakistan. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa Iran menolak syarat utama yang diajukan Washington, termasuk komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Kebuntuan ini membuat upaya menjaga gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz masih tidak pasti. Ini merupakan perundingan tatap muka pertama kedua negara sejak revolusi Islam 1979.

Delegasi AS dipimpin langsung oleh JD Vance, sementara delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.

Pengamat hubungan internasional Solon Shiombing sangat menyesalkan terjadinya declock antara pimpinan AS yang diwakili oleh JD Vance dan juga pemerintah iran yang diwakili oleh ketua parlemen dan juga mentri luar negri iran.

Hal ini akan menimbulkan kerancuan dan kebingungan apakah akan ada perundingan selanjutnya setelah kegagalan yang belum ada titik temu di islam abad, kita mengharapkan kedua belah pihak dan juga israel ikut terlibat ataupun libanon terlibat pada masa yang akan datang.

Jika ingin melakukan pertemuan lanjutan dan kita harapkan juga dan tidak pernah lupakan bagaimana peran negara-negara lainnya seperti turki dan irak pernah berseteru dengan saudi arabia dan didamaikan oleh cina waktu itu.

Kita harapkan untuk berikutnya semua yang bertikai yang terlibat perlu dilibatkan dalam pertemuan yang lebih luas lagi, sehingga kesepakatan yang hakiki tidak sementara berlaku secara permanen dan juga dunia akan lebih damai dan lebih kondusif sehingga tidak menimbulkan efek gelobal yang saat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat dan dunia saat ini demikin harapan dan pesan Solon Shiombing kepada media siang hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *