PIJARNUSA.COM – Keberadaan oknum yang mengaku sebagai debt collector atau penagih utang di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kembali meresahkan masyarakat. Aksi mereka dinilai semakin berani karena sering melakukan penarikan kendaraan secara paksa, bahkan tanpa memperlihatkan identitas yang jelas.
Salah seorang korban bernama Roni menceritakan pengalaman pahitnya. Ia mengaku menjadi korban perampasan motor oleh sekelompok orang yang diduga sebagai debt collector.
“Saya sampai harus jalan kaki karena motornya dirampas. Mereka tidak memperlihatkan identitas sama sekali, langsung main ambil saja,” keluh Roni dengan nada kecewa.
Roni menambahkan, saat ia mencoba mendokumentasikan atau memotret kejadian tersebut, ia justru mendapat ancaman kekerasan. “Saya mau foto tapi mereka malah mau memukul. Sangat intimidatif dan tidak manusiawi,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan warga, kelompok tersebut diketahui sering berkumpul dan nongkrong di sekitar Pertigaan Irigasi, Sukamulya, Ciganea, Kecamatan Purwakarta. Dari lokasi tersebut, mereka seolah mengawasi dan menargetkan korbannya.
Melihat kondisi yang semakin meresahkan ini, Roni dan masyarakat sekitar meminta agar pihak kepolisian segera turun tangan. Mereka berharap aparat dapat menindak tegas dan membersihkan wilayah tersebut dari praktik penagihan utang yang menggunakan cara-cara premanisme.
“Kami berharap Polres Purwakarta tidak tinggal diam. Tindak tegas mereka agar masyarakat bisa merasa aman kembali,” pungkas Roni.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait aksi yang dilaporkan warga tersebut. Namun, masyarakat berharap segera ada tindakan nyata untuk mengamankan situasi. (DS)
