DLH Purwakarta Ikutserta Inovasi Sistem Pengolahan Sampah Biopit Komposter

PURWAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta resmi mengikutsertakan inovasi sistem pengolahan sampah mandiri bernama “Biopit Komposter” ke dalam ajang bergengsi West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. 

Inovasi ini digadang-gadang sebagai solusi konkret bagi krisis kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Jawa Barat.

​Inovasi Biopit dikembangkan oleh Bayu Nur Setiawan, seorang pegawai aparatur sipil negara (ASN) di DLH Kabupaten Purwakarta yang telah lama berfokus pada rekayasa lingkungan. 

Proyek ini hadir di tengah kondisi kritis TPA Sarimukti dan TPA Cikolotok yang kian overload, yang menyebabkan biaya logistik pengangkutan sampah terus membengkak bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

​”Biopit bukan sekadar alat, melainkan infrastruktur pengolahan sampah organik di sumber yang mengusung Low-Cost Technology. Fokus utama kami adalah menyelesaikan masalah sampah rumah tangga di lokasi asalnya, sehingga beban TPA bisa berkurang drastis hingga 60 persen,” ujar Bayu Nur Setiawan, Selasa (28/4/2026).

​Teknologi Ramah Lingkungan dan Bernilai Investasi Biopit Komposter menggunakan teknologi aerasi pasif dengan struktur beton porous (non-pasir) yang ditanam di halaman rumah. Inovasi ini memiliki tiga keunggulan utama:

​Nol Bau dan Hama: Menggunakan bio-aktivator khusus yang memastikan proses dekomposisi berjalan bersih.

​Multifungsi: Selain mengolah kompos, unit ini berfungsi sebagai sumur resapan air hujan (Zero Run-off) untuk menjaga cadangan air tanah.

​Potensi Karbon: Proyek ini dirancang untuk mencegah emisi gas metana, sehingga memiliki potensi besar dalam perdagangan karbon (carbon credit).

​Keikutsertaan dalam WJIC 2026 bertujuan untuk menarik investor hijau guna mengimplementasikan Biopit secara masal di kawasan perumahan urban Jawa Barat, khususnya di Purwakarta dan Bandung Raya. 

Dengan biaya investasi awal yang rendah (di bawah Rp 1 juta per unit) dan model bisnis Waste-as-a-Service (iuran layanan), proyek ini menawarkan Return on Investment (ROI) yang sangat kompetitif.

​”Kami ingin menunjukkan bahwa masalah sampah bisa menjadi peluang investasi yang berkelanjutan. Melalui WJIC, DLH Purwakarta berkomitmen mendukung visi Jawa Barat menuju ekonomi hijau dan solusi pengelolaan sampah mandiri,” pungkas Bayu.

​Melalui keikutsertaan ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap inovasi lokal karya putra daerahnya dapat diadopsi lebih luas dan menjadi standar baru pembangunan perumahan ramah lingkungan di tingkat nasional.

​Tentang Biopit Komposter: Biopit adalah inovasi pengelolaan sampah organik domestik berbasis low-cost technology yang mengintegrasikan pengomposan aerobik pasif dengan fungsi sumur resapan air tanah. 

Dikembangkan sebagai solusi infrastruktur pengelolaan sampah di sumber untuk kawasan pemukiman padat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *