Dari Lumbung Minyak ke Lumbung Pangan: Pertamina EP Ubah Nasib Petani Indramayu

PIJARNUSA.COM – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Jawa Barat Dalam Angka, Kabupaten Indramayu tercatat sebagai daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Jawa Barat, yakni 11,02 persen.

Meski secara persentase Indramayu tertinggi, secara jumlah absolut Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Barat.

Menjadi ironi, Indramayu yang dikenal kaya akan minyak di perut buminya justru memiliki angka kemiskinan tertinggi. Salah satu penyebab paradoks ini adalah industri minyak yang membutuhkan SDM dengan pendidikan khusus, sementara mayoritas masyarakat Indramayu berprofesi sebagai petani dan nelayan yang sangat bergantung pada musim.

Pertamina sebagai perusahaan yang memiliki kilang di Balongan tidak membiarkan masyarakat di sekitar wilayah operasinya begitu saja. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina EP Zona 7 Jatibarang Field menghadirkan program ketahanan pangan bernama Kerja Petani Berdikari dan Tahan Pangan (Jari Tangan) di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, sejak 2018.

Dalam program tersebut, Pertamina EP Zona 7 tidak hanya menggandeng pemerintah desa dan kecamatan, tetapi juga Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Melalui Jari Tangan, Pertamina melakukan pendampingan kepada petani hingga membangun sumur bor, sehingga petani tetap bisa menanam padi sebagai komoditas utama meski di musim kemarau.

Persoalan keterbatasan pupuk kimia yang kerap menghambat produktivitas juga dicarikan solusi. Dibantu ahli pupuk organik, Pak Waklan, Pertamina mengembangkan pupuk organik cair berbahan utama kentang, gula putih, dan air mineral. Pupuk yang disebut Agen Hayati tersebut terbukti meningkatkan hasil panen secara signifikan, dari semula 5,64 ton per hektare menjadi 8,48 ton per hektare gabah kering.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *