PURWAKARTA – Penindakan saja tidak cukup untuk mencegah kenakalan remaja. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting agar pelajar memiliki kesadaran menjaga diri dan mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan.
Upaya itu dilakukan Satuan Pembinaan Masyarakat Satbinmas Polres Purwakarta melalui kegiatan Latihan Dasar Satuan Keamanan Sekolah Latdasja di SMKN 2 Purwakarta, Selasa (1/9/2026) pukul 08.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Iman dan Bripka Tri Yudi memberikan pembekalan kepada siswa. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampak negatif pergaulan bebas.
Para siswa diingatkan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan. Dampaknya juga menyasar masa depan, pendidikan, hubungan sosial, hingga dapat berujung pada persoalan hukum.
Untuk pergaulan bebas, pelajar diajak memilih lingkungan pertemanan yang positif, menjaga batasan diri, dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Polri juga mendorong pelajar berani mengatakan “tidak” terhadap narkoba dan ajakan negatif. Mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti berprestasi, berolahraga, dan membangun pertemanan sehat menjadi cara efektif menghindari pengaruh buruk.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog antara Polri dan generasi muda. Pelajar diberi kesempatan menyampaikan persoalan yang dihadapi agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kasi Humas IPTU Tini Yutini mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa sehingga perlu mendapat perhatian dan edukasi berkelanjutan.
“Kami mengajak para pelajar untuk berani menjaga diri dari narkoba dan pergaulan yang berdampak negatif. Jangan sampai rasa ingin tahu atau ajakan teman membuat masa depan yang sudah dibangun menjadi rusak,” ujar IPTU Tini.
Ia menambahkan pentingnya memilih teman.
“Teman yang baik akan membawa kita pada kegiatan yang baik. Isi masa muda dengan hal-hal positif, kejar prestasi, dan jangan ragu meminta bantuan kepada orang tua, guru, maupun pihak kepolisian jika menghadapi persoalan,” pungkasnya.
