Hangat di Balik Jeruji: Kapolres Purwakarta Rayakan Ultah Tahanan dengan Makan Tumpeng Bersama

PURWAKARTA – Suasana berbeda terlihat di Rumah Tahanan Polres Purwakarta, Jumat (14/8/2026). Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam hadir langsung dan mengajak seluruh tahanan makan tumpeng bersama.

Didampingi Kasat Tahti IPDA Suparman, Kapolres menyiapkan nasi tumpeng untuk makan bersama para tahanan. Momen semakin hangat saat AKBP Febri memberikan ucapan selamat kepada tahanan yang berulang tahun pada bulan Agustus.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis dan pembinaan moral di lingkungan rutan. Meski tengah menjalani proses hukum, para tahanan tetap diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat.

“Proses hukum harus tetap berjalan. Tapi pendekatan kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan,” ujar AKBP Febri Nurzam.

Ia berpesan agar masa penahanan dijadikan momentum introspeksi. “Mereka sedang menjalani proses hukum dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Tetapi mereka tetap manusia yang perlu kita perlakukan dengan baik. Kita berikan perhatian dan dorongan agar proses ini menjadi pembelajaran untuk memperbaiki diri,” lanjutnya.

“Jadikan apa yang sedang dijalani ini sebagai pelajaran. Ketika nanti kembali ke masyarakat, jadilah pribadi yang lebih baik dan jangan mengulangi kesalahan yang sama,” tambahnya.

Kasat Tahti IPDA Suparman mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan aturan yang berlaku di rutan.

Senada, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini menegaskan pendekatan humanis adalah komitmen Polri dalam memberikan pelayanan. 

“Perhatian sederhana seperti makan bersama dan memberikan ucapan ulang tahun merupakan bentuk kepedulian. Harapannya, para tahanan dapat menjalani proses hukum dengan baik, mengambil pelajaran dari perbuatannya dan memiliki motivasi untuk berubah menjadi lebih baik,” ujar IPTU Tini.

Menurutnya, perhatian terhadap kondisi psikologis tahanan juga penting agar mereka tetap memiliki harapan untuk memperbaiki kehidupan.

Momen makan tumpeng bersama ini menjadi bukti bahwa ketegasan dalam penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan kepedulian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *