PIJARNUSA.COM – Indonesia berhasil mengukir sejarah di cabang olahraga Teqball pada Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang. Kontingen Merah Putih meraih medali perak melalui Sumaya dan medali perunggu di nomor tunggal putra melalui Yoga.
Ini merupakan prestasi bersejarah, mengingat ini adalah pertama kalinya Indonesia ikut serta dan langsung berhasil memperebutkan medali di ajang Asian Games.
Solon Sihombing yang mengikuti secara saksama perkembangan Teqball Indonesia mengatakan, perkembangan Teqball di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat. Padahal, olahraga yang lahir di Hungaria ini terbilang baru di Tanah Air.
“Kami sangat bersukacita atas prestasi yang diraih dua anak bangsa ini. Medali perak diraih Sumaya dan perunggu tunggal putra diraih Yoga,” ujar Solon.
Ia berharap prestasi ini dapat terus dijaga dan dikembangkan, khususnya bagi kedua atlet tersebut dan Timnas Teqball Indonesia secara keseluruhan, agar nama Indonesia terus diperhitungkan dalam percaturan olahraga internasional.
Kita patut berbangga karena Indonesia berhasil mengalahkan Myanmar di babak final. Ke depan, diharapkan Sumaya dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di ajang-ajang berikutnya, seperti Olimpiade maupun kejuaraan internasional lainnya.
Demikian pula dengan Yoga dan atlet-atlet Indonesia lainnya. Saat ini bibit-bibit atlet Teqball sudah mulai banyak bermunculan di berbagai provinsi di Indonesia.
Sebagai pengurus di bidang Hubungan Internasional PB Teqball Indonesia, Solon Sihombing berharap prestasi olahraga ini terus berkembang. Kalau bisa lebih banyak lebih baik pemerintah (kemenpora) mengharap prestasi atlet dari cabor lain untuk meraih target 4 medali emas.
“Sebetulnya Indonesia tidak menargetkan medali pada ajang Teqball kali ini. Namun, Sumaya dan Yoga mampu meraih prestasi luar biasa dengan mempersembahkan medali perak dan perunggu bagi Indonesia,” pungkas Solon Sihombing kepada media hari ini.
