PURWAKARTA – Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta secara resmi membuka pendaftaran bakal calon ketua. Langkah ini diambil menyusul terbitnya surat persetujuan pelaksanaan Musda dari DPD Golkar Jawa Barat nomor B-55/Golkar/X/2026.
Ketua SC Musda XI DPD Golkar Purwakarta Farid Farhan mengatakan pintu pendaftaran dibuka seluas-luasnya bagi seluruh kader potensial. Ia menegaskan proses pendaftaran dan verifikasi akan dilakukan secara maraton demi efektivitas menjelang pelaksanaan pesta demokrasi internal partai tersebut.
“Hari Jumat, 30 Oktober 2026, kami membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD Golkar Purwakarta. Silakan kepada kader yang berminat untuk mendaftar dan kami akan memproses sesuai dengan mekanisme konstitusi dan aturan organisasi,” ujar Farid di Kantor DPD Golkar Purwakarta, Kamis (29/10/2026).
Musda Riang Gembira
Puncak acara Musda XI yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Plaza Hotel, kawasan Kota Bukit Indah, Purwakarta. Agenda utama musyawarah ini adalah menentukan Ketua DPD Golkar Purwakarta untuk masa jabatan lima tahun ke depan.
Farid memastikan kegiatan lima tahunan ini akan berjalan dalam suasana kekeluargaan. Ia mengusung tagline Golkar Hade Lampah Hade Polah dengan konsep “Musda Riang Gembira”.
“Ini peristiwa rutin, biasa dan lumrah. Sehingga tidak perlu tensi tegang. Kita jamin kegiatan akan berlangsung kondusif dan melahirkan kebahagiaan untuk semua pihak,” tegasnya.
Senada, Ketua Pelaksana (OC) Musda XI Golkar Purwakarta H. Selan Sofyian turut memberikan jaminan kelancaran dan keamanan acara.
“Kami dari panitia pelaksana memastikan segala sesuatunya sudah disiapkan dengan matang. Pelaksanaan Musda tahun ini dipastikan akan terlaksana dengan kondusif, aman, dan tertib. Mengingat kader Golkar Purwakarta sudah dewasa dan memiliki visi yang sama, yaitu membesarkan Partai Golkar,” tegas Selan.
Farid juga menenangkan dinamika yang mungkin muncul di kalangan kader. Ia mengingatkan bahwa Golkar adalah partai yang sudah berusia 62 tahun dan sangat terbiasa dalam mengelola dinamika internal.
“Kalau sudah menjadi kader Golkar, panggilan berubah menjadi ketua. Ya, ini karena para beliau adalah tokoh komunitasnya masing-masing. Gak jadi Ketua DPD pun panggilan harian tetap ketua,” tambahnya.
