PURWAKARTA – Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin mewakili Bupati Purwakarta menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Tahun 2026. Rakor yang diselenggarakan Sekretariat Negara RI tersebut diikuti secara virtual dari Aula Kantor Bapperida Kabupaten Purwakarta.
Rakor ini merupakan agenda strategis nasional yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Kepala Daerah dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Tahun 2026. Pemerintah pusat telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan target menurunkan prevalensi nasional menjadi 14,2 persen pada tahun 2029.
Melalui forum ini, pemerintah daerah didorong untuk mengintegrasikan program lintas sektor dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil, agar intervensi spesifik dan sensitif dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Komitmen tersebut sejalan dengan capaian Kabupaten Purwakarta yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Purwakarta turun signifikan dari 24 persen pada tahun 2023 menjadi 14,5 persen pada tahun 2024, atau turun 9,5 persen.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berkomitmen terus mengawal intervensi di lapangan melalui penguatan pendataan, pendampingan keluarga berisiko stunting, peningkatan sanitasi, serta gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting untuk menjaga momentum penurunan dan mendukung target nasional.
Pemkab Purwakarta menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Purwakarta yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Ds)
