PIJARNUSA.COM – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mendampingi Mendagri Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam peluncuran pengiriman Program Gentengisasi Merah Putih “Genteng Plered Purwakarta” di Koperasi Genteng Plered, Desa Citeko, Kecamatan Plered.
Sebanyak 500 ribu genteng produksi Plered, Kabupaten Purwakarta, mulai dikirim untuk mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Pelepasan pengiriman dilakukan langsung oleh Mendagri, Menteri PKP, dan Gubernur Jawa Barat.
Dalam proses distribusi tersebut, sebanyak 125 truk dikerahkan untuk mengangkut material menuju lokasi penerima manfaat yang tersebar di Kabupaten Purwakarta dan sekitarnya. Langkah ini menandai dimulainya implementasi fisik program perbaikan hunian masyarakat melalui penggunaan produk lokal.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, pemesanan dalam skala besar ini memberikan dampak ekonomi instan bagi ekosistem masyarakat setempat. Rantai ekonomi mulai dari perajin genteng, sopir truk, hingga kenek merasakan langsung manfaat finansial dari proyek ini.
Menurutnya, program gentengisasi bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material bangunan, melainkan momentum kebangkitan industri genteng di Plered. Pemerintah berkomitmen mendorong pelaku UMKM naik kelas dengan meningkatkan kualitas produk sesuai standar nasional.
Peningkatan kapasitas perajin dilakukan melalui edukasi, akses pembiayaan, hingga pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“UMKM ini dididik supaya naik kelas, supaya punya SNI yang tinggi. Ternyata mampu kok. Tadinya tidak punya SNI, sekarang punya,” ujarnya.
Berdasarkan data kementerian, saat ini di Purwakarta terdapat empat produsen genteng bersertifikat SNI dan 10 produsen yang memenuhi aspek keandalan. Sementara di Majalengka, tercatat 34 produsen bersertifikat SNI dan 11 produsen terkait aspek keandalan. (Ds)
