PURWAKARTA – Sebanyak 125 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyehatan Pangan yang digelar di Aula Joglo Cipaisan Purwakarta.
Bimtek ini menghadirkan Agus Sukandar, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi pada 25 Oktober 2025 lalu, yang dilakukan melalui zoom bersama bidang kesehatan pangan dan lingkungan, untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pengawasan keamanan pangan secara global dan detail.
Dalam pemaparannya, Agus menekankan bahwa keamanan pangan harus dijaga secara ketat. Tim Satgas akan melakukan inspeksi ke sejumlah dapur sesuai instruksi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pihaknya juga akan membantu mitra agar dapurnya tidak sampai disuspend.
“Data 214 SPPG ini akan terus kami update,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bidang P2P pengolahan pangan harus melakukan pengawasan dan fasilitasi terhadap proses yang perlu diperbarui. Terlebih, BGN telah mengeluarkan aturan terbaru terkait pangan yang diproduksi.
Salah satu hal utama yang ditekankan adalah kesehatan penjamah makanan. Penjamah yang sedang sakit diminta tidak memaksakan diri untuk masuk kerja, karena dapat berdampak langsung terhadap hasil produksi makanan.
Terkait program 3B (by name by address), Agus menyebut datanya berbeda dengan data sekolah dan sudah jelas. Ia berharap hal ini dapat dibantu oleh Dinas Kesehatan maupun Puskesmas setempat.
“Per tanggal 7 November, keamanan pangan itu penting secara global. Dampaknya terhadap kesehatan, kontaminasi global, nasional, hingga kualitas makanan yang diproduksi,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahaya sanitasi yang buruk dan bahan makanan yang tidak layak, yang sering digunakan dan berdampak pada kesehatan. Pencemaran dapat berasal dari alergen, pencemaran biologis seperti bakteri atau virus, pencemaran fisik seperti benda asing yang masuk ke makanan, hingga pencemaran kimia. Semuanya berpotensi menurunkan kualitas produksi dan menimbulkan dampak pada makanan.
Dampaknya bisa berupa diare, nafsu makan menurun, hingga stunting. Karena itu, program 3B dan higiene harus benar-benar dijaga, mulai dari bahan makanan, pengolahan, hingga penjamah yang harus paham dan dalam kondisi badan sehat. (Ds)
