Sebuah Terobosan Pembelajaran Melibatkan Perwakilan Orang Tua Siswa Sebagai Guru Tamu

PIJARNUSA.COM – SMPN 3 Purwakarta tunjukan inovasi Pendidikan melalui program Kelas Inspiratif, sebuah terobosan pembelajaran yang melibatkan perwakilan orang tua siswa sebagai guru tamu di kelas anak-anaknya.

Program ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta didik, tetapi juga mempererat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter generasi muda.

Adapun giat ini berlangsung penuh antusias. terlihat Para siswa aktif mengikuti materi yang disampaikan, dan bisa menyimak pengalaman nyata dari para profesional yang hadir sebagai guru inspiratif. Suasana belajar pun terasa berbeda lebih kontekstual, komunikatif, dan sarat motivasi.

Kepala SMPN 3 Purwakarta, Muhamad Husni, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran bermakna yang relevan dengan kehidupan nyata.

“Kelas Inspiratif kami rancang untuk membuka cakrawala berpikir siswa. Mereka tidak hanya belajar teori di dalam buku, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan nilai kehidupan langsung dari para praktisi di berbagai bidang. Ini adalah bentuk sinergi nyata antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak,” katanya.

Masih menurutnya bahwa kami berharap Kelas Inspiratif dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.

“Kami ingin siswa memahami bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat. Pendidikan adalah jalan untuk membangun karakter, memperluas wawasan, serta menumbuhkan mimpi besar bagi masa depan mereka,” tutupnya.

Melalui Kelas Inspiratif, SMPN 3 Purwakarta menunjukkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan orang tua mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, relevan, dan membekas dalam diri peserta didik sekaligus menanamkan nilai demokrasi dan semangat perubahan sejak dini.

Salah satu narasumber yang hadir adalah Komisioner Bawaslu Kabupaten Purwakarta, Siti Nurhayati, yang berkesempatan menjadi guru inspiratif di kelas anaknya sendiri.

Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema pentingnya demokrasi serta peran strategis pemilih pemula dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi krusial dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

“Pemilih muda bukan sekadar pengguna hak suara, melainkan agen perubahan yang membawa harapan baru bagi kualitas demokrasi Indonesia. Jangan ragu untuk bersuara, karena dari tangan generasi muda, masa depan demokrasi bangsa ini dimulai,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran kritis dan karakter kebangsaan.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pemikiran para tokoh pendidikan dunia. R.A. Kartini pernah menyatakan bahwa perempuan yang berpendidikan bukan hanya membangun dirinya, tetapi juga membangun peradaban.

Menurutnya, Tan Malaka menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan.

Sementara itu, Ki Hajar Dewantara menempatkan pendidikan sebagai kunci membangun karakter dan menciptakan generasi yang cerdas serta berkualitas.

Sedangkan, Albert Einstein menyebut pendidikan sebagai proses membuka pikiran dan mengubah kegelapan menjadi cahaya, dan Malala Yousafzai mengingatkan bahwa satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia.

Melalui program ini, SMPN 3 Purwakarta ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga proses membentuk manusia seutuhnya.

Seperti yang diungkapkan Prof. Dr. Saparinah Sadli, pendidikan bukan hanya mencerdaskan akal, tetapi juga memanusiakan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *