PIJARNUSA.COM – Cirata 192 MWp merupakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung pertama di Indonesia. PLTS Terapung Cirata dibangun dan dioperasikan oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE). Sebuah perusahaan joint venture PT PLN Nusantara Renewables dengan Masdar perusahaan energi terbarukan milik negara Uni Emirat Arab (UAE).
PLTS terapung Cirata mulai beroperasi Pada November 2023 dan diresmikan langsung oleh Presiden RI ke 7 Bapak Joko Widodo dan peroperasi hingga 25 tahun mendatang, PT PMSE telah dan terus melaksanakan kegiatan Creating Shared Value dan Investai Lingkungan Sosial dengan mengedepankan lima pilar utama untuk memenuhi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dengan diintegrasikan ke dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
Lima pilar tersebut adalah PMSE Education, PMSE Wellbeing, PMSE Empowerment, PMSE Infrastructure dan PMSE Environment. Pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam berjalannya sebuah perusahaan. Dalam kegiatan PMSE Education, PMSE berupaya memberikan edukasi serta pemahaman mendasar tentang proyek energi baru dan terbarukan ke seluruh masyarakat.
Tidak hanya memberikan edukasi, kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 10 (Reduced Inequalities), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Dedikasi PMSE terhadap pendidikan tercermin dalam program PMSE Goes to School dengan mendatangi beberapa sekolah di lokasi sekitar proyek.
Pada tahun 2024, berbarengan dengan UAE National Day, PMSE memperkenalkan proyek PLTS Terapung Cirata kepada siswa SD Negeri 1 Citamiang, SD Negeri 2 Sirnagalih, SD Negeri Ciroyom Hilir, dalam kegiatan ini para siswa juga diajak untuk melakukan reforestasi dengan menanam pohon, proyek sains kecil, hingga memberikan donasi alat tulis penunjang kegiatan belajar mengajar.
Hingga saat ini, banyak dari sekolah, universitas, institusi, industiri hingga training center menjadikan PLTS Terapung Cirata menjadi lokasi tujuan kunjungan lapangan. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Rabu, 8 April 2026, PT PMSE menerima kunjungan dari siswa kelas 3 & 4.
“serta guru pendamping SDK Gamaliel Bandung dengan jumlah total 117 orang, para siswa belajar mengenai proyek energi baru terbarukan dengan diperkenalkan pada pendekatan sederhana “energi listrik dari sinar matahari”.
Selain pendidikan, pemberdayaan menjadi pilar CSR PT PMSE. Dengan menghadirkan PMSE Empowerment, perusahaan berfokus pada penguatan ekonomi lokal melalui pelatihan kepada para nelayan dan warga sekitar yang terdampak proyek.
Pada awal pembangunan, tepatnya tahun 2023, sebanyak 61 orang mengikuti Training For Operation and Maintenance dalam menunjang kemampuan mereka sebagai prioritas penyerapan tenaga kerja pada masa konstruksi.
Dalam waktu bersamaan, UMKM sekitar lokasi perusahaan juga diberdayakan dalam menunjang kebutuhan katering dan makanan selama pembangunan proyek berlangsung. Bersama Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, PMSE juga melakukan program pemberdayaan komunitas difabel dengan menyediakan pelatihan membuat berbagai macam kerajinan.
Kang Aweng, salah satu teman difabel yang mendapatkan pelatihan, berkesempatan mengunjungi kantor PT PMSE (27/1/2026) dengan membawa kerajinan tangan yang ia buat bersama istrinya.
Pembangunan, sebagai salah satu pilar lainnya, dihadirkan dalam PMSE Infrastructure. Salah satu keberhasilan program ini adalah renovasi SD Negeri 3 Cisauheun pada tahun 2023 oleh Masdar, PLN NR dan PMSE. Dalam sebuah wawancara, Ibu Lilies, Kepala Sekolah SD Negeri 3 Cisauheun, mengatakan “Dari yang awalnya murid itu hanya 17 orang yang mendaftar di kelas 1 sekarang jadi sekitar 32 orang yang mendaftar setelah adanya renovasi ini” (6/4/2026).
Dalam menunjang aktivitas masyarakat, pada tahun yang sama, PMSE juga membantu pembangunan lapangan voli, renovasi madrasah dan lainnya. PMSE Well-being, bentuk tanggung jawab sosial untuk mensejahterakan masyarakat sekitar. Well-being dapat dikategorikan.
Sebagai kegiatan CSR yang sangat sering dilakukan dengan berfokus pada pemberian bantuan kepada yang berhak. Perusahaan berupaya membantu serta hadir dalam berbagai bentuk kegiatan masyarakat sekitar dengan memfasilitasi dengan pengadaan alat penunjang, pembagian sembako dan air mineral hingga pembagian hewan kurban.
Dalam acara Safari Ramadhan, pada 9-11 Maret 2026 lalu, PMSE juga berkesempatan untuk memberikan bantuan berupa sembako ke beberapa desa sekitar hingga gelaran acara Iftar bersama anak yatim yang diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan SDG 2, SDG 3, dan SDG 10.
Terakhir, PMSE Environment perwujudan terhadap tanggung jawab lingkungan perusahaan termasuk program penanaman pohon yang berkolaborasi dengan PLN NR dan TNI pada 4 Oktober 2024, berbarengan dengan HUT TNI.
Selain Penanaman pohon, PMSE Environment juga berupaya membantu pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) dengan pembangunan sumur bor bersama PLN NR di wilayah Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy,Purwakarta (9/12/2024).
Lima Pilar CSR PT PMSE merupakan bentuk dari upaya perusahaan dalam membangun sektor energi terbarukan yang tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan tetapi juga memberikan kebermanfaatan terhadap masyarakat, khususnya di lokasi sekitar proyek PLTS Terapung Cirata. Berbagai program serta kegiatan yang disebutkan di atas, telah mengantarkan PT PMSE memenangkan berbagai penghargaan bergengsi baik ditingkat dalam negeri maupun luar negeri.
Komitmen dalam implementasi Environmental, Social and Government (ESG) yang kuat telah mengantarkan PT PMSE mendapatkan penghargaan Dharma Karya Utama Award 2024 dari Kementerian Energi Sumber Daya Dan Mineral (ESDM), Lestari Award (2023-2024) serta Enlit Asia Award 2023.
Apresiasi dari Kementerian Investasi/BKPM. PT PMSE juga mendapatkan Anugerah Investasi Purwakarta 2024 juga apresiasi khusus dari Gubernur Jawa Barat 2024 Raksa Prasada PMSE Winner Empowerment Program.
Apresiasi juga terus berlanjut pada tahun 2025 melalui perolehan Penghargaan Subroto (Emas), EBTKE Renewable Energy Appreciation (Emas), Indonesia Corporate Sustainability Award (Perunggu). ***
