PURWAKARTA – Duduk bersama, berbincang santai, dan saling bertukar cerita menjadi cara sederhana untuk membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.
Suasana inilah yang terasa dalam kegiatan Ngariung Kamtibmas bersama pengemudi ojek online (ojol) yang digelar di Rumah Dinas Kapolres Purwakarta, Sabtu (10/10/2026).
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam dengan mengenakan baju batik berbaur langsung dengan para pengemudi ojol dalam suasana penuh keakraban.
Tidak sekadar berkumpul, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi para pengemudi untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman selama beraktivitas di jalan, serta memberikan masukan mengenai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Purwakarta.
Dalam perbincangan tersebut, para pengemudi ojol berkesempatan menyampaikan berbagai hal yang mereka temui sehari-hari, mulai dari kondisi lingkungan, situasi jalan, hingga persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Pengalaman mereka di lapangan menjadi salah satu sumber informasi yang dapat membantu kepolisian memahami dinamika kamtibmas di wilayah Purwakarta.
Kapolres memanfaatkan momen kebersamaan tersebut untuk membangun komunikasi yang lebih dekat, sehingga para pengemudi dapat menyampaikan informasi maupun masukan tanpa merasa canggung.
Melalui dialog yang terbuka, hubungan antara kepolisian dan pengemudi ojol diharapkan semakin erat, sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu pukul 09.00 WIB ini berlangsung dalam suasana santai sambil menikmati hidangan yang telah disediakan.
Momen sederhana tersebut menjadi kesempatan bagi Kapolres dan para pengemudi ojol untuk berinteraksi secara langsung, mempererat silaturahmi, serta membangun rasa saling percaya.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kasi Humas IPTU Tini Yutini menyampaikan bahwa kedekatan dengan masyarakat dibangun melalui kemauan untuk hadir, mendengarkan, dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
“Melalui Ngariung Kamtibmas, kami ingin menghadirkan ruang komunikasi yang terbuka dan penuh keakraban. Rekan-rekan ojol dapat berbagi pengalaman, menyampaikan masukan, serta memberikan informasi mengenai kondisi kamtibmas yang mereka temui saat bekerja. Komunikasi seperti ini penting agar kepolisian dan masyarakat dapat bersama-sama mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” ujar IPTU Tini Yutini.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat sangat berarti dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu menjalin komunikasi dengan kepolisian dan segera menyampaikan informasi yang relevan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menekankan bahwa Polri bukan hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendengarkan aspirasi, membangun kepercayaan, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Dari obrolan sederhana di Rumah Dinas Kapolres, tumbuh pesan bahwa menjaga keamanan Purwakarta membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ketika polisi bersedia mendengar dan masyarakat turut berpartisipasi, kebersamaan menjadi kekuatan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
