Purwakarta – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat oleh Polres Purwakarta melalui sinergitas lintas sektoral. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Purwakarta” yang digelar bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kabupaten Purwakarta di Aula Perhutani Purwakarta, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri Kasat Binmas Polres Purwakarta AKP Toto, Administratur KPH Purwakarta, Ketua LMDH Kabupaten Purwakarta, anggota Sat Binmas Polres Purwakarta, perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta, perwakilan BPBD Kabupaten Purwakarta, serta 50 peserta dari LMDH Kabupaten Purwakarta.
FGD menghadirkan narasumber Kabid Pencegahan BPBD Purwakarta Kaliswara Nurdjaman, S.H., dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta Heryadi Erlan Wibisana Djuhayat, S.STP, yang memaparkan berbagai strategi pencegahan, mitigasi, serta langkah-langkah penanganan Karhutla secara terpadu.
Dalam sambutannya, Kasat Binmas Polres Purwakarta AKP Toto menegaskan bahwa FGD tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan strategi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“FGD hari ini bukan sekadar diskusi. Ini ruang kita menyamakan persepsi dan strategi. Ada tiga hal yang harus diperkuat bersama, yakni pencegahan melalui patroli terpadu dan sosialisasi, deteksi dini dengan mengoptimalkan laporan masyarakat, serta penanggulangan yang didukung SOP, sarana-prasarana dan koordinasi yang solid. Ketika terjadi kebakaran, tidak ada ego sektoral, yang ada hanya satu tujuan, yaitu memadamkan api dan menyelamatkan Purwakarta,” ujar AKP Toto.
Melalui forum diskusi tersebut, para peserta menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya optimalisasi personel gabungan TNI-Polri, Damkar, BPBD dan masyarakat Desa Tangguh Bencana dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla. Selain itu, ditetapkan beberapa wilayah yang menjadi fokus perhatian karena memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi, yakni Kecamatan Bungursari, Jatiluhur, Sukatani, Purwakarta Kota, dan Darangdan.
Peserta juga sepakat untuk menggencarkan kampanye edukasi dan sosialisasi pencegahan Karhutla secara langsung kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar kejadian kebakaran hutan dan lahan masih dipicu oleh aktivitas manusia.
Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menyampaikan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada sinergitas seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
“Polres Purwakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Edukasi kepada masyarakat, deteksi dini, serta respons cepat di lapangan menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran,” ungkap IPTU Tini Yutini.
Ia menambahkan, kegiatan FGD ini menjadi langkah konkret dalam membangun komitmen bersama guna menciptakan sistem pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Purwakarta.
