Pergerakan Senyap Kubu Jokowi Untuk Menjatuhkan Prabowo

Oleh: Saiful Huda Ems.

Apakah kalian benar-benar aktif mengikuti postingan-postingan orang di medsos, khususnya dari para pendukung fanatik Jokowi? Jika iya, maka akan kalian lihat betapa para pendukung Jokowi sejak beberapa bulan belakangan, sangat aktif menyerang Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan kita? Ya sama saja, aktif juga mengkritisi berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Perbedaannya adalah, jika kita aktif mengkritisi berbagai kebijakan Prabowo Subianto itu karena semata kita ingin Presiden Prabowo Subianto segera menyadari kekeliruannya dan memperbaiki atau bahkan menghentikan kebijakannya, yang kita anggap sangat tidak adil dan merugikan rakyat. Maka berbeda lagi dengan yang dilakukan oleh kubu pro Jokowi, yang lebih bersemangat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dan menggantikannya dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, putra kesayangan Jokowi.

Kenapa bisa demikian? Karena semarah-marahnya kita dengan Presiden Prabowo Subianto, kita itu masih ada sedikit rasa kasihan pada beliau. Apalagi kalau kita melihat Presiden Prabowo Subianto mengundang banyak tokoh masyarakat dan mengajaknya berdiskusi serius, satu persatu. Presiden Prabowo Subianto suka terlihat serius saat menjelaskan pandangan-pandangannya, disertai dengan mimik wajahnya yang sudah sepuh, kening berkerut, mata yang berbinar-binar, wah…jujur, orang seperti saya juga merasa kasihanloh pada beliau.

Di situasi seperti itu biasanya kita berpikir keras juga kan, dan rata-rata akan berbicara dalam hati yang seperti ini;”Pak Prabowo Subianto ini sebetulnya orang bodoh ataukah orang pinter yang dibodohi oleh bawahan-bawahannya? Pak Prabowo ini serius ataukah hanya omon-omon belaka? Soalnya seringkali ucapannya tidak sinkron dengan kenyataannya.” Dll. Pokoknya intinya kita masih ada keraguan pada kejujuran beliau, disamping itu pula di hati kita terselip rasa belas kasihan pada beliau. Betul tidak? Coba akuilah hal itu.

Makanya banyak orang seperti saya yang sering memarahi Presiden Prabowo Subianto habis-habisan, baik melalui postingan-postingan saya di FB, Tiktok, IG dan Group-Group WA serta japri ke para menteri terdekatnya Presiden Prabowo Subianto, namun setelah itu saya atau kita mencoba memberinya saran, himbauan agar Pak Prabowo Subianto selekasnya berubah, bisa lebih jujur, apa adanya dan mau mendengar suara rakyat yang sering kritis pada kebijakan-kebijakannya, seperti kita.

Iya tidak? Namun perhatikanlah, hal yang seperti kita lakukan itu sangat berbeda sama sekali dengan yang dilakukan oleh orang-orang yang pro Jokowi, dan yang sering bolak-balik mendatangi Tembok Ratapan (rumahnya Jokowi) di Solo. Betul tidak?

Persoalan MBG yang menjadi daya rusak terhebat di abad modern ini untuk meruntuhkan gudang-gudang keuangan negara, pun sampai saat ini menjadi objek yang sangat populer bagi banyak orang untuk mengkritisi dan melawan Presiden Prabowo. Namun di sisi lain kita juga melihat sepertinya Presiden Prabowo Subianto tidak tahu apa-apa soal skandal korupsi besar di balik MBG ini. Satu porsi makanan MBG yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat senilai Rp. 15.000, dalam pelaksanaannya hanya Rp. 8000 rupiah bahkan kadang di bawah itu !.

Sementara itu, bawahan-bawahan Presiden Prabowo Subianto memberikan laporan pada Presiden Prabowo Subianto tidak sebagaimana kenyataan riilnya, bahkan kerap membohongi. Seperti adanya laporan Kepala BGN yang menyatakan pada Presiden Prabowo, bahwa setiap hari semua SPPG memotong satu ekor sapi, dan Ikan Lele satu ekor untuk dijadikan menu MBG di dapur MBG tsb. dll. Gila sekali bukan menipunya? Kalau sudah demikian, kita juga jadi bingung kan, ini Presiden Prabowo Subianto bodoh atau dibodohi? Presiden Prabowo Subianto aslinya jujur, sudah tahu dan malah menikmati korupsi dari proyek MBG ini ataukah beliau pura-pura tidak tahu?.

Orang-orang seperti kita pastinya tidak memiliki kepentingan apapun terhadap kritik-kritik yang kita layangkan pada Presiden Prabowo Subianto. Karena kita ini politisi bukan, pengusaha juga bukan. Kita rakyat biasa, yang hanya ingin Pemerintahan Prabowo Subianto ini berjalan di relnya yang benar dan tepat, sehingga sebagai bangsa dan negara kita bisa segera maju pesat ! Masak Iran yang diembargo selama 43 tahun, sekali lagi 43 tahun ! saja bisa maju pesat seperti itu, sedangkan kita yang tidak pernah diembargo masih jalan di tempat seperti ini saja, memalukan bukan?.

Situasi negeri kita kian hari kian memburuk, antrean orang yang ingin beli BBM di SPBU di luar Jawa sudah sangat banyak terjadi dan semakin memanjang. Pemerintah rupanya mempunyai strategi mengamankan BBM hanya sebatas di Jakarta, berikutnya di Banten, Jabar, Jateng lalu Jatim. Pokoknya daerah-daerah yang dekat dengan kekuasaan saja yang diamankan.

Pertanyaannya, sampai berapa hari lagi pemerintah dapat menyediakan BBM untuk konsumsi rakyatnya? Dan sampai kapan Presiden Prabowo akan tetap mempertahankan menteri-menteri bahlulnya? Saya tidak menyebut Bahlilloh ya, tapi menteri-menteri yang Bahlul alias bodoh dan serakahnya !. Menteri seperti Sugiono, Bahlil, Zulkifli Hasan dll. buang sajalah Pak, tidak ada gunanya sama sekali, dan suka bikin rakyat seperti saya malas makan guling kambing, karena tidak ada uang !. 😆

Masih banyak orang pintar dan cakap bekerja di bidangnya, yang ada di negeri ini, lalu kenapa Presiden Prabowo Subianto masih mempertahankan menteri-menterinya yang memiliki kedekatan dengan Jokowi dan dengan Presiden Prabowo sendiri? Mereka sudah jelas-jelas sangat tidak mampu bekerja. Menteri ESDM misalnya, terlihat tidak memiliki kecerdasan dalam mempersiapkan antisipasi kelangkaan BBM.

Padahal kelangkaan BBM akan segera diikuti oleh kelangkaan kebutuhan pokok rakyat di pasar dan di tempat-tempat industri makanan atau barang. Menteri Luar Negerinya juga terlihat masih seperti Bocil yang tidak memiliki kewibawaan serta kecerdasan untuk memanage kerjasama luar negeri kita. Bahkan terakhir malah seperti menjerumuskan negara ini pada berbagai perjanjian politik dan perdagangan yang sangat merugikan bangsa dan negara kita. Cobalah Pak Presiden mengganti menteri-menteri yang seperti itu !.

Apakah Pak Presiden Prabowo Subianto tidak melihat keunggulan seorang Connie Rahakundini Bakrie yang sangat piawai dalam berdiplomasi untuk urusan-urusan kerjasama dengan Luar Negeri? Apakah Pak Presiden Prabowo Subianto tidak melihat keunggulan seorang Haidar Alwi, yang selain ahli dalam fisika, memahami potensi sumber daya alam Indonesia dan dengan Haidar Alwi Care nya, selama ini sanggup membantu pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia?

Berapa milyar rupiah yang sudah digelontorkan Haidar Alwi Care untuk membantu orang-orang miskin dan lansia yang terlantar di beberapa pelosok negeri ini? Banyak sekali dan itu tidak dilakukannya dalam kapasitas sebagai menteri atau pejabat negara, karena selama ini beliau hanya menjadi pengusaha biasa.
Coba beranilah membuat gebrakan-gebrakan baru, dengan mempreteli menteri-menteri yang tidak bermutu Pak Presiden Prabowo Subianto !

Pak Presiden Prabowo Subianto juga jangan berharap banyak pada Wapres bapak, Gibran Rakabuming Raka yang masih bocil, ijazah SMA dan PT nya tidak jelas. Gibran itu sangat berpotensi menjadi “rudal” nya Jokowi, yang bisa Jokowi tekan tombolnya dari Tembok Ratapan Solo, untuk membumi hanguskan singgasa Bapak Presiden Prabowo Subianto. Pak Presiden Prabowo Subianto sadar tidak dengan hal ini?

Last but not least alias akhirul kalam…Percayalah, jika ini Pak Presiden Prabowo Subianto lakukan, maka kepercayaan rakyat pada Pak Presiden Prabowo Subianto akan kembali meroket, dan Revolusi Sosial akan batal terjadi. Sedangkan untuk masalah serangan-serangan politik ecek-ecek dari para Termul-Termul kurang kerjaan terhadap Bapak Presiden, biarkan kami yang menghadapinya di lapangan ! Salam jabat erat ! Sapere aude !…(SHE).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *