PIJARNUSA.COM – Inisiatif upaya meningkatkan standar keselamatan dan profesionalisme dalam sektor wisata alam Indonesia mendapat dorongan ban: Asosiasi Pemandu Wisata Bhakti Pertini (Duta Tiwi), Yayasan Elang Khatulistiwa Indonesia resmi menjain kerja sama strategis dengan Pusat Sertifikasi Alam Terbuka Wanadi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan dilakukan pada hari Minggu (19/4/26) berlokasi di Ekuator Hub Cigadung Raya Timur No.96, Cigadung, Kec Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat
Menurut Abby, seorang traveller Indonesia, “Para traveller butuh pemandu yang punya keterampilan Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menjawab kebutuhan mendesak akan pemandu wisata alam yang tidak hanya berpengalaman, tetapi jaga memilik kompetensi yang terstandar dan teruji, khususnya dalam aspek keselamatan dan manajemen kegiatan dalam terbuka.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua DUTA TIW Andi Sukandi, dan Ketua Pusat Sertifikasi Alam Terbuka Wanadi, Dr. Sn Handajani, M.Pd. Kedua pihak sepakat untuk membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang lebih terstruktur melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi
“Tren wisata alam terus meningkat, tetapi belum selalu dimbangi dengan standar kompetensi pemandu yang masih kurang memadai dalam aspek keselamatan dan manajemen kegiatan di alam terbuka. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menutup kekurangan tersebut,” ujar Andi Sukandi
Melaka kerja sama ini, program pelatihan dan sertifikasi akan difokuskan pada peningkatan kapasitas pemandu wesata alam, termasuk penguasaan aspek keselamatan, manajemen risiko, serta penyusunan kunkulum berbasis kebutuhan lapangan. Selan itu, kedua lembaga juga akan mengembangkan workshop dan program peningkatan kapasitas secara berkala serta berkelanjutan
Dr. Si Handajani menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dan sistem untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam aktivitas wisata alam. “Keselamatan adalah fondasi utama. Dengan standar kompetensi yang jelas, kita bisa memastikan pengalaman wisata yang tidak hanya menank, tetapi juga aman dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ruang lingkup ketja sama ini mencakup pelaksanaan pelatihan, sertifikasi kompetensi, pengembangan kurikulum, serta berbagai program kolaboratif lainnya. Inisiatif ini diharapkan dapat menjangkau pemandu wisata di berbagai daerah di Indonesia
