by

Diskusi Publik Cegah Penyelundupan, Pejabat BC Tidak hadir

Palembang – (PN) Penyelundupan barang ilegal yang masif kerap terjadi di sebagian wilayah Indonesia cukup mengganggu perekonomian lokal. Hal ini kemudian menjadi bahan diskusi publik yang digelar Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi Aparatur Negara RI (LI-TPK-ANRI) yang berlangsung di Hotel AZZA Palembang (31/10/2019).

Diskusi bertema “Cegah Penyelundupan Barang Ilegal, Guna Meningkatkan Stabilitas Ekonomi Nasional” ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, LSM, Mahasiswa dan juga Prof. H. Didik Susetyo, M, SI dari akademisi, A. Mizra dari Dinas Perdagangan Propinsi Sumatera selatan, selaku Narasumber, namun para peserta diskusi agak sedikit kecewa dikarenakan dari pejabat Beacukai Palembang, tidak hadir dalam acara tersebur.

Melalui Ketua Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi Aparatur Negara RI (LI-TPK-ANRI) Sumatera Selatan Feri Yandi. SH, selakigus sebagai ketua pelaksana mengatakan bahwa tidak hadirnya pihak Bea Cukai dikarenakan alasan teknis ” kita sudah mencoba menghubungi tapi dari pihak BC, dikarenakan alasan teknis mereka tidak bisa hadir,” ujar Feri.

Dalam diskusi kali ini membahas  tentang Impor merupakan bagian penting dari perdagangan internasional. Impor sendiri diartikan sebagai proses pembelian barang atau jasa asing dari suatu negara ke negara lain. Bagi suatu negara, kegiatan impor sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal positif yang dirasakan jika kita impor barang adalah dapat meningkatkan kesejahteraan umum, produk yang ditawarkan semakin beragam serta dapat update teknologi sesuai kebutuhan untuk pengembangan suatu industri. Sedangkan hal negatif sebagai dampak dari kegiatan impor adalah melumpuhkan industri dalam negeri, menambah angka pengangguran serta meningkatnya sifat konsumerisme masyarakat terhadap barang impor.

Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Namun bagaimana jadinya jika negara pengimpor barang mengirim barang secara Illegal atau diam-diam, yang berarti bahwa barang yang masuk tanpa melalui prosedur resmi bea cukai? Tentu hal ini akan sangat merugikan negara. Dan fakta ini ternyata sering terjadi di Indonesia selama bertahun-tahun. Akankah hal ini mempengaruhi stabilitas keuangan di Indonesia?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *